Bahan Peledak untuk Penghancuran: Kenapa Sebaiknya Tidak Dipilih

25 Feb

Bahan Peledak untuk Penghancuran: Kenapa Sebaiknya Tidak Dipilih

Pada beberapa proyek penghancuran, ada beberapa pihak yang memilih untuk menggunakan bahan peledak dibandingkan melakukannya menggunakan alat berat. Selain lebih cepat, penghancuran menggunakan bahan peledak juga hanya memerlukan budget yang cenderung lebih kecil jika dibandingkan dengan menggunakan alat berat.

Namun, penggunaan bahan peledak untuk penghancuran juga memiliki dampak negatif terhadap alam yang malah akan memberikan resiko lebih besar dibandingkan keuntungan yang didapatkan. Seperti apakah kerugian yang dimaksud?

Pada saat kita meledakkan bangunan, bebatuan dan material lainnya, akan ada dampak kepada lingkungan di sekitar peledakan. Dampaknya bisa bermacam-macam, salah satunya adalah kontaminasi bahan kimia yang berpengaruh terhadap lingkungan dan juga kesehatan manusia.

Sisa-sisa peledakan bisa menyatu dan mencemari lingkungan sekitarnya; seperti pencemaran pada sumber air, tanah, udara bahkan hingga lapisan atmosfer bumi. Meski begitu, banyak pihak yang masih menggunakan bahan peledak. Padahal pabrik bahan peledak menggunakan bahan kimia berbahaya yang sangat banyak.

Pembuatan bahan peledak sendiri sudah dimulai sejak lebih dari 150 tahun yang lalu. Pada masa tersebut, bahan peledak digunakan untuk keperluan militer dan aktivitas lainnya yang memang ditujukan untuk kontaminasi dan ‘penghancuran’ total. Tidak heran jika sampai saat ini bahan peledak yang diproduksi tetap menggunakan bahan baku yang bisa mengkontaminasi lingkungan sekitar.

Dalam produksinya, penanganannya, muatannya hingga pembuangannya, bahan peledak yang diproduksi dapat menyebarkan material yang dapat diserap dan berubah menjadi hal lainnya ketika bersentuhan dengan lingkungan. Bahan peledak akan terdegradasi karena proses abiotik; termasuk hidrolisis, oksidasi atau fotolisis. Peledakan juga akan mempengaruhi mikro oragnisme yang ada di sekitar lingkungan.

Bahan peledak yang biasa digunakan untuk menghancurkan bangunan sendiri adalah TNT. Meski penggunaannya untuk pengahancuran konstruksi seringkali dilakukan, belum ada pihak yang mengukur sejauh mana dampak dari bahan peledak tersebut, seberapa jauh air tanah terkontaminasi karena ledakan TNT tesebut.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, apakah Anda masih ingin menggunakan bahan peledak untuk menjalankan penghancuran bangunan?

Write a Reply or Comment

WhatsApp chat