Berbagai Metode Meruntuhkan Bangunan yang Sering Digunakan

25 Feb

Berbagai Metode Meruntuhkan Bangunan yang Sering Digunakan

Ada berbagai metode yang bisa digunakan untuk meruntuhkan bangunan. Metode yang akan dipilih tentu bergantung pada berbagai faktor seperti di mana area bangunan tersebut berada, material bangunannya, tujuan penghancuran dan apa yang akan dilakukan terhadap puing-puing setelahnya; apakah akan dibuang, atau digunakan kembali. Dengan mempertimbangkan beberapa faktor tersebut maka Anda baru dapat menentuknan metode apa yang cocok untuk digunakan.

Berikut adalah 4 metode yang biasa digunakan untuk meruntuhkan bangunan:

Implosion

Implosion adalah ledakan yang dilakukan ke bagian dalam gedung. Ledakan ini menghancurkan struktur bangunan dari dalam terlebih dahulu. Beberapa bahan peledak ditempatkan pada sokongan struktur vertikal pada bangunan. Sehingga gedung bisa runtuh sendiri tanpa harus melakukan banyak hal. Namun, selain penempatan dan daya ledaknya, metode ini juga perlu mempertimbangkan giliran dan waktu peledakannya. Dengan begitu, bangunan bisa runtuh perlahan tanpa menyebabkan kerusakan pada bagian yang tidak diinginkan.

Agar implosion berjalan dengan lancar, blueprint lengkap dari banguan tersebut perlu dianalisa agar bisa mempelajari komponen utama dari bangunan tersebut. Langkah penting lainnya adalah dengan mengamati langsung setiap area gedung sehingga setiap kru paham dengan areanya dan berkesempatan menemukan area lain yang juga butuh untuk diletakkan bahan peledak.

Lengan Jangkauan Jauh

Ketika bangunan yang akan dihancurkan memiliki tinggi lebih dari 20 meter maka akan dibutuhkan metode lengan jangkauan jauh untuk menghancurkannya. Metode ini biasanya menggunakan alat berat umum seperti escavatortank, dan counterweight. Sebuah lengan penghancur terdiri dari 3 bagian atau dengan telescopic boom dan attachment yang terpasang pada alat berat; crushers, shears, dan hammers.

Alat berat yang memiliki lengan jangkauan jauh ini dapat dipasangkan attachment yang bisa memenuhi kebutuhan spesifik dalam menghancurkan bangunan. Metode ini cocok untuk digunakan pada saat menghancurkan semen yang diperkuat, bebatuan, baja, dan struktur material campuran. Attachment yang digunakan untuk satu tipe penghancuran tidak bisa digunakan untuk mengerjakan hal yang berbeda. Misalnya seperti hammer yang digunakan untuk menghancurkan bebatuan, tidak bisa digunakan untuk memisahkan material yang sudah dihancurkan.

Crane dan Ball

Salah satu metode tertua yang digunakan untuk menghancurkan bangunan. Ball dan crane ini biasa dikenal dengan wrecking ball, bola yang memiliki berat lebih dari 5,000 kg yang diayunkan dengan menggunakan crane untuk menghancurkan semen, dan struktur bebatuan. Meski terdengar mudah untuk dijalankan, nyatanya metode ini tidak cocok untuk semua jenis penghancuran. Berikut adalah beberapa keterbatasannya:

  • Hanya operator yang memiliki kemampuan dan berpengalaman yang boleh menjalankan metode ini
  • Kelembutan dalam mengontrol ayunan wrecking ball adalah sangat penting, karena jika tidak mengenai target malah akan menyenggol hal lain atau memberatkan crane.
  • Ukuran dari bangunan yang dapat dihancurkan dengan metode ini ditentukan oleh ukuran crane yang digunakan, area kerja, dan juga kedekatannya dengan jalur daya.
  • Metode penghancuran ini menimbulkan banyak debu, getaran dan kebisingan

Metode Campuran

Saat ini, memilah material pada bangunan yang akan dihancurkan untuk digunakan lagi saat pembangunan bangunan berikutnya sudah menjadi metode yang cukup populer. Metode ini dikenal sebagai strip-out, di mana ada banyak jenis kegiatan yang dilakukan pada saat melakukan proyek penghancuran ini; menghancurkan, memotong bagian yang penting dan memilah antara bagian/material yang penting dan tidak penting.

Hal-hal yang bisa digunakan kembali seperti kayu, bata, baja, dan semen bisa dicampurkan dengan material baru ketika membangun bangunan yang baru. Tujuan utama dari metode ini adalah untuk menyisihkan material yang dapat digunakan kembali semaksimal mungkin dengan prosedur yang aman dan hemat. Meski ini adalah proses yang membutuhkan banyak pekerja dan akan sangat sulit untuk dicapai pada bangunan dengan rangka yang ringan, namun penggunaan metode yang beragam dalam 1 proyek ini sudah mulai dilirik banyak orang.

Seperti yang sudah dijelaskan pada paragraf di atas, tidak semua metode cocok untuk diterapkan di semua jenis proyek penghancuran bangunan. Diperlukan petimbangan khusus sebelum memutuskan metode penghancuran mana yang akan digunakan. Nah, dari semua metode di atas, kira-kira metode manakah yang sesuai dengan kebutuhan Anda/klien Anda saat ini?

2 comments

  1. […] BACA JUGA : Berbagai Metode Meruntuhkan Bangunan yang Sering Digunakan […]

    Reply
  2. […] BACA JUGA : Berbagai Metode Meruntuhkan Bangunan yang Sering Digunakan  […]

    Reply

Write a Reply or Comment

WhatsApp chat